• Cari Properti Online Murah Rumah Dijual di Indonesia

Compare Listings

Pengalaman Buruk ‘Tertipu’ Developer Properti

Banyak sekali pengalaman buruk yang menimpa para konsumen yang ingin membeli properti. Masalah yang timbul biasanya seputar kelalaian dan tidak bertanggungjawabnya pengembang terhadap yang dijanjikan di awal. Kosumen merasa rugi uang dan rugi waktu tentunya. Harpan mempunyai rumah idaman pun sirna akibat ular developer yang tidak bertanggungjawab.

Beberapa masalah yang biasa terjadi akibat ulah pengembang yang nakal antara lain, rumah tidak dibangun walaupun uang muka sudah lunas, fasilitas (misalnya air PDAM, listrik, dll) tidak juga disediakan oleh pengembang walau rumah sudah dihuni, dan masalah lainnya seperti uang DP yang tidak bisa dikembalikan akibat tertentu.

Berikut beberapa pengalaman buruk akibat pengembang nakal yang menimpa beberapa konsumen, semoga bisa diambil pelajarannya.

aku juga ngalamin tuh udah bayar DP plus biaya admin yg lain tapi mpe skrg rumah belum dibuat.wkt aku tanya ma pengembang mrk bilang kalo sertifikat tanahnya masih bermasalah di bank…wah gmn tuh…uang DP diminta kembali nggak bisa…bagaimana tuh pengembang koq gak bertanggung jwb

ini terjadi di wilayah Pringsurat -Temanggung – Jawa tengah…
pengalaman melelahkan dengan pengembang nakal sangat menyita waktu,
ini terjadi ketika pengembang sangat tertutup.
saya sdh 2 tahun menempati rumah KPR, jaringan air juga belum terpasang dengan tidak ada pemberitahuan tertulis dari pengembang (persoalannya apa). meskipun beberaapa tetangga sdh dipasang…
Saya cobab klarifikasi ke PDAM, ternyata pembayaran ke PDAM oleh pengembang tersebut kurang beberapa juta.mau pasang secara pribadi ke PDAM tidak diijinkan karena seluruh jaringan diperumahan sdh ada kontraknya antara PDAM dg pengembang….
sampai kapan penantian ini…ataukah untuk sementara tdk perlu ngansur ke BTN yaa.

Saya mempunyai teman yg sdh lebih dari 6 bulan terkena dampak pembangunan yang molor, dengan alasan bahwa Bank pemrosesnya berganti. Sehingga dia akhirnya membatalkan secara sepihak, padahal ia saat pertama diminta tanda jadi, ia langsung memberikan sebesar Rp. 25jt.. Dan memang tdk ada PPJB, hanya diberi kwitansi yang berstemple perusahaan pengembang. Sampai akhirnya berada di Bank “XXX”. Namun yg membuat ia membatalkan adalah, saat pertama diprof dan di wawancara, bunga yang ada sdh berubah dan naik dari brosur 6 bulan sebelumnya, ia masih menerima. Dan sekitar 1 bulan setelah wawancara tersebut, Ia dipanggil kembali dan diberi tahu bahwa harga rumah KPR hrs bertambah Rp. 50jt.

Pertanyaannya :
1. Karena ada perubahan harga, dan teman tdk sanggup, maka pembatalan secara sepihak oleh teman saya. Siapa yang salah ?
2. Permasalahan spt ini Pengembang yang nakal, atau Bank – nya yang brengsek. Karena wawancara dan pemroses KPR ada dipihak Bank.

img

arifin

    Related posts

    IKEA Akan Buka Gerai di Cakung Jakarta Timur

    Peritel asal Swedia yang bergerak di produk seputar perabotan rumah tangga IKEA dikabarkan tetap...

    Continue reading
    by azzam

    Daftar Perumahan Bersubsidi di Bekasi dan Karawang

    Guna mendukung program sejuta rumah dari pemerintah, Real Estat Indonesia kini telah turut...

    Continue reading
    by arifin

    9 Kelebihan Bekasi yang Tidak Dimiliki Kawasan Lain di Jabodetabek

    Jika menyebut nama Bekasi, pasti anda sudah tidak asing lagi bahwa nuansa dan keindahan kota Bekasi...

    Continue reading
    by arifin

    Join The Discussion