• Cari Properti Online Murah Rumah Dijual di Indonesia

Compare Listings

Penting! Ini Tanda-tanda Rumah yang Tidak Sehat

Penting! Ini Tanda-tanda Rumah yang Tidak Sehat

Memiliki rumah yang sehat dan layak huni merupakan idaman setiap orang. Rumah yang tidak sehat untuk ditempati akan membuat penghuninya tidak nyaman berada di dalamnya. Sebagai tempat tinggal bersama keluarga, tentunya kondisi bangunan dan kebersihan rumah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dan dijaga.

Begitupun jika Anda sedang mencari rumah atau ingin membeli rumah baru atau rumah second, maka perlu diperhatikan tanda-tanda berikut ini, apakah suatu rumah layak untuk ditempati. Inilah 10 Tanda rumah yang tidak sehat sebagaimana dimuat di situs Kompas:

1. Terlalu lembap

Rumah yang lembap adalah hal normal. Biasanya kelembapan terbawa dari aktivitas seperti mandi, memasak, bahkan bernafas. Namun, jangan biarkan tingkat kelembapan terlalu tinggi. Jamur suka dengan lingkungan lembap. Kelembapan berlebih di rumah, biasanya banyak pada pojok ruangan atau langit-langit, bisa menyuburkan pertumbuhan jamur. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyebutkan, jamur bisa menyebabkan masalah pernafasan, iritasi tenggorokan, batuk atau bersin, iritasi mata, bahkan kulit.

2. Tidak membersihkan ventilasi

Meski tidak terlalu kelihatan, tapi saat membersihkan rumah jangan lewatkan bagian ventilasi. Ventilasi membawa banyak sekali debu dari udara. Ketika kamu menyalakan pemanas atau pendingin ruangan, partikel debu tersebut akan tersebar ke dalam rumah. Lepaskan penutup ventilasi dan membersihkannya atau memanggil profesional agar pembersihannya maksimal.

3. Kamar mandi minim ventilasi

Kamar mandi juga memerlukan ventilasi yang cukup. Kelembapan berlebih di kamar mandi tidak hanya bisa menyebabkan cat dinding cepat rusak, tetapi juga memicu pertumbuhan jamur. Menurut Agensi Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, jamur bisa tumbuh subur di dalam ruangan, merusak rumah dan mengganggu kesehatan.

4. Menggunakan pembersih rumah yang salah

Produk pembersih akan menempel pada permukaan perabotan rumah dan bisa terhirup. Beberapa produk kimia seperti produk mandi, sabun cuci, pemutih, dan lainnya, ternyata juga meningkatkan risiko kerusakan saluran pernafasan dan paru-paru. Kelompok Kerja Lingkungan menginvestugasi lebih dari 2.000 produk pembersih di pasar Amerika. Mereka menemukan ada banyak substansi yang bisa memicu masalah kesehatan serius, seperti asma, alergi, hingga kanker.

5. Tidak membersihkan debu dengan benar

Debu muncul setiap hari. Semakin sering kamu membiarkannya, semakin mudah kamu terkena partikel berbahayanya. American College of Allergy, Asthma and Immunology menyarankan, gunakan kain basah untuk mengumpulkan debu alih-alih menggunakan kain kering. Kain kering hanya akan menyebarkan debunya dan memicu alergi. Lalu, pastikan mengelap debu dari arah atas ke bawah.

6. Mengabaikan saluran air

Saluran air adalah area yang rentan lembap. Jika dibiarkan, area ini akan menjadi pintu masuk air berlebih ke dinding rumah, bawah tanah atau lantai. Jika saluran air tertutup, lakukan pembersihan secara berkala agar tidak ada kotoran yang menyumbat.

7. Kamar kotor

Selain lantai, bersihkan debu pada sela-sela yang tidak terlihat hingga benar-benar bersih. Misalnya, tarik tempat tidur menjauhi dinding dan kamu mungkin akan terkejut dengan kotornya area tersebut. Jangan lupa pula membersihkan tempat tidur secara rutin, setiap satu atau dua minggu.

8. Memakai sepatu di dalam rumah

Banyak orang masih berjalan-jalan di dalam rumah menggunakan sepatu. Para peneliti dari University of Arizona menemukan bahwa satu sepatu bisa mengandung hingga 400 ribu lebih bakteri, termasuk E.coli, bakteri penyebab masalah pencernaan.

9. Terlalu banyak barang

Terlalu banyak barang di rumah juga bisa menyebabkan debu-debu menempel dan sulit dibersihkan. Terlalu banyak barang juga berkontribusi terhadap kualitas udara yang buruk di dalam ruangan. Usahakan untuk mengurangi jumlah barang dalam ruangan, kecuali jika kamu merotasi dan membersihkannya secara berkala.

10. Membiarkan peliharaan tidur di kamar

Sebagian orang sangat mencintai hewan peliharannya dan seakan tidak bisa lepas dari mereka. Bahkan, orang-orang tersebut kerap membiarkan hewan peliharaannya masuk ke dalam kamar dan tidur di tempat tidur yang sama.
Jika kamu termasuk yang sering melakukannya, berhati-hatilah. Hewan peliharaan bisa membawa kotoran, kuman, bahkan serangga ke tempat tidur. Hewan peliharaan juga objek penangkap alergen. Artinya, membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di kamar tidur membuat alergen tersebut juga rentan berada di dalamnya.

img

azzam

    Related posts

    Launching Situs Jual Beli Properti Online

    Alhamdulillah, hari ini situs rumahforsale.com resmi dilaunching (reborn) dengan menghadirkan...

    Continue reading
    by azzam

    Join The Discussion