• Cari Properti Online Murah Rumah Dijual di Indonesia

Compare Listings

Program FLPP: Cicilan Rumah Hanya Rp500-an Ribu per Bulan

rumah flpp bersubsidi

Pemerintah menyatakan bahwa pada akhir bulan Februari ini suku bunga untuk perumahan bersubsidi yang masuk dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diturunkan menjadi 5% per tahun. Keputusan ini diambil oleh pemerintah setelah melalui rapat paripurna DPR RI yang telah menyetujui rancangan anggaran perubahan tahun 2015. Jika sebelumnya suku bunga perumahan FLPP sebesar 7,5% per tahun, kini menjadi 5% per tahun sehingga nantinya besar cicilan yang akan dibayar oleh masyarakat penerima subsidi ini hanya sekitar Rp500 ribuan saja per bulan.

Hal ini dikemukakan oleh menteri pekerjaan dan perumahan rakyat, Basuki Hadimuljono, bahwa cicilan perumahan bersubsidi akan turun dari yang sebelumnya berkisar antara Rp700.000 sampai Rp800.000 per bulan, kini turun sebesar Rp200.000 hingga Rp300.000 menjadi sekitar Rp500.000 sampai Rp600.000.

Lalu, pertanyaannya adalah kapan bunga 5% ini mulai bisa direalisasikan dan dinikmati masyarakat kurang mampu? Bapak menteri Basuki mengatakan bahwa bunga rendah ini diharapkan dapat segera dinikmati di akhir bulan Februari ini setelah pengesahan pada rapat paripurna DPR RI mengenai rencana anggaran perubahan RAPBN-P tahun 2015. Ini berarti bahwa setiap perumahan yang menjadi program FLPP, yang dibangun setelah pengesahan RAPBN-P 2015 akan langsung menggunakan bunga yang baru 5%.

img

arifin

    Related posts

    Daftar Perumahan Bersubsidi di Bekasi dan Karawang

    Guna mendukung program sejuta rumah dari pemerintah, Real Estat Indonesia kini telah turut...

    Continue reading
    by arifin

    Cara Mengubah Status HGB Ke SHM

    Bingung dengan bagaimana Caranya Mengubah Status sertifikat dari HGB Ke SHM? Anda takut ditolak...

    Continue reading
    by arifin

    Syarat untuk Mendapatkan Bantuan DP Rumah dari Pemerintah

    Rumah merupakan tempat hunian yang diperlukan bagi setiap orang, bahkan bagi golongan menengah...

    Continue reading
    by arifin

    Join The Discussion